Info MARVIN
Temukan berbagai tulisan dan artikel tentang info terbaru, tips belajar, hingga materi terkini yang dapat mendukung proses belajarmuProses Terbentuknya Awan
Awan adalah gumpalan putih yang biasa kita lihat di langit. Awan sendiri adalah kumpulan partikel air yang berbentuk tetes air cair atau kristal yang membentuk gumpalan tertentu di atmosfer.
Proses terjadinya awan ada beberapa tahap. Dimulai dari suhu udara panas di daratan yang membuat air menguap dan naik ke atmosfer. Uap air tersebut akan mengembang secara adiabatic karena tekana udara di atas lebih kecil dari tekanan udara di bawah.
Saat uap air yang naik keatas yang suhunya lebih rendah pada ketinggian tertentu, uap air akan mengembun dan berubah menjadi tetesan air. Proses ini disebut dengan kondensasi. Hasil kondensasi inilah yang akan terlihat seperti awan. Semakin banyak tetes air yang terbentuk, semakin besar juga awan yang terbentuk.
jika awan mendapat panas dari sinar matahari, maka awan akan menguap dan menghilang. Sedangkan bila tidak mendapat panas matahari, awan akan berubah menjadi tetesan air dan jatuh menjadi hujan akibat dari gaya grafitasi.
Ada 4 hal yang mempengaruhi terbentuknya awan:
1. Angin
Semakin kencang angin yang berhembus mempercepat penguapan yang kemudian menjadi awan.
2. Tekanan udara
Semakin besar perbedaan tekanan udara di daratan dan di udara, semakin cepat proses pembentukan awan
3. Kelembaban udara
Semakin lembab udara yang berarti udara mengandung banyak uap air, semakin cepat juga proses pembentukan awan.
4. Intensitas sinar matahari
Semakin besar intensitas sinar matahari yang menyinari bumi, semakin besar panas yang dihasilkan. Suhu akan cepat meningkat dan mempercepat penguapan yang nantinya akan di proses menjadi awan.